Rabu, 18 Maret 2020

PROLOG - Perjuangan Menempuh Wisuda

Hai~

Hari ini, tanggal 18 Maret.

Aku ingin mengabadikan kisah "Perjuangan Menempuh Wisuda" dalam sebuah blog. Mungkin ini agak terlihat jadul, karena rata-rata orang mengabadikan momen dengan video. Tapi tak apalah, karena aku tak pede didepan kamera :)

Oke, di siang ini aku mencoba menyusun skripsi ku yang sudah kutinggalkan selama sebulan penuh. Agak sedikit terlambat dari orang-orang, tapi aku punya alasan tersendiri kenapa tak ku kerjakan skripsiku ini. Sebulan lalu aku sesumbar kepada temanku, bahwa aku bisa mengerjakan skripsi sekaligus bekerja. Nyatanya aku salah mengambil keputusan, aku dihadapkan dengan pilihan yang cukup sulit, memilih bekerja dan hidup berkecukupan atau memilih mengerjakan skripsi dengan hidup berhemat.

Sebenarnya, hidupku masih disokong orang tua, yaitu ibuku sendiri. Ibu adalah single parent yang paling kuat, tangguh, dan tegar menghadapi cobaan hidup. Pasti kalian bertanya, kemana perginya Ayah? langsung saja kujawab ya :)

Ayah memang pergi jauh, bahkan bisa dibilang sangat tega meninggalkan aku sejak umur 3 tahun. Tapi itu bukan alasan mengapa aku membenci ataupun dendam. Ayah pergi bukan karena keinginannya, tapi itu keinginan Tuhan~

Demikian cerita singkat perjalananku..

Eh, tapi PROLOG ku belum selesai :) Aku skip ya ke cerita hari ini.
Jadi, karena aku ulur waktuku menulis skripsi, akhirnya aku mencoba menghubungi dosen pembimbingku, Sonya. Dikala Virus Corona menyebar, membuat kita sulit melakukkan aktivitas. Tapi, ada teknologi yang bisa digunakan bernama What's App atau orang menyebutnya WA. Bercerita tentang dospem, Ibu Sonya adalah dospem yang menurutku baik, sopan, dan sabar. Beliau cukup senior dikalangan karyawan kampusku

Terhitung hari ini, aku belum melakukkan proses penyusunan. Besar harapanku, semoga dibulan ini aku bisa menulis supaya aku bisa lulus tahun ini, Aamiinn~

Sekian~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar